Seabank: Digital Bank Tanpa Kartu ATM

Share

Setelah beberapa lama menimbang-nimbang untuk buka akun rekening Seabank, akhirnya kemarin 13 Desember 2021 malam saya membuka juga rekening Seabank. Ya, benar-benar kemarin malam, sekitar jam setengah 9 malam.

Saya memproses buka rekening di malam hari karena memang sedang agak lowong saat itu, dan iseng coba-coba saja apakah prosesnya bisa dilakukan di malam hari setelah jam kerja normal bank usai. Dan ternyata bisa, setidaknya sampai jam 9 malam masih bisa, seperti yang kemarin saya lakukan. Saya tidak tahu apakah bisa 24 jam atau ada batas waktu tertentu.

Walaupun ada unsur isengnya, keputusan buka rekening ini tidak begitu saja tercetus, tapi memang sudah lama terpikirkan tapi maju mundur terus. Bermula saat saya menutup 1 akun rekening bank Mandiri, saya terpikir untuk membuka rekening baru bank lain yang tidak ada biaya administrasi bulanan. Selain Seabank, tadinya saya mempertimbangkan bank digital lain yakni Bank Jago, Line Bank, dan Blu by BCA. Saya sudah tidak tertarik dengan bank digital senior lain seperti Digibank atau TMRW.

Seabank menjadi pilihan utama selain bank digital lain karena sering lihat penawarannya di Shopee dan karena saya kerja di gedung yang sama dengan Shopee / Sea, sering lihat orang dengan baju Seabank berseliweran di lift ataupun lobby.

Proses pembukaan rekeningnya sendiri sangat sederhana, cukup download aplikasi Seabank, kemudian ikuti petunjuk untuk membuka akun rekening. Hal yang perlu kita siapkan hanyalah e-ktp asli. Dengan memotret e-ktp kita, sistem Seabank sudah bisa merekam data NIK kita, dan kita tinggal mengkonfirmasi data yang mereka ambil dari KTP (terkoneksi dengan data Disdukcapil) sudah betul atau tidak. Kita tidak perlu mengetik isian data setiap kolom.

Setelah konfirmasi data selesai, kita masuk ke tahapan verifikasi know-your-costumer (KYC) dengan melakukan panggilan video call dengan petugas Seabank. Video call dilakukan melalui aplikasi Seabank sendiri. Saya tadinya agak ragu apakah bisa proses KYC ini dilakukan di malam hari, karena di panggilan pertama tidak tersambung ke petugas setelah beberapa saat menunggu. Panggilan selanjutnya berhasil terhubung dan proses KYC dilakukan cukup cepat, sekitar 1 menit saja. Yang penting koneksi internet bagus, ruangan terang dan sunyi, memakai pakaian sopan, dan sudah menyiapkan e-KTP.

Begitu panggilan video KYC selesai, saya tinggal menunggu saja, tidak perlu melakukan apa-apa. Petugas Seabank saat panggilan video mengatakan hasil verifikasi akan keluar dalam 1 hari. Mungkin estimasi ini dibuat longgar saja, karena aktualnya hanya dalam 15 menit saya sudah dapat notifikasi proses verifikasi sudah selesai.

Secara total proses yang dilakukan untuk membuka rekening Seabank ini mungkin hanya sekitar 30 menit (termasuk waktu menunggu), dan bisa dilakukan di malam hari sekalipun tanpa perlu ke luar rumah, yang penting koneksi internet bagus serta berada di ruangan yang terang dan sunyi.

Saat seluruh proses selesai dan saya coba top-up isi saldo, saya merasa puas karena proses yang saya lakukan sangat efektif dan efisien. Lalu saat coba ulik aplikasi Seabank, saya merasa Seabank ini lebih mirip ke e-wallet daripada rekening bank, karena fiturnya sebenarnya relatif sederhana dibanding rekening bank pada umumnya.

Saya baru sadar juga, ternyata di Seabank tidak ada kartu ATM. Saya sudah konfirmasi juga melalui customer service Seabank bahwa memang saat ini belum ada kartu ATM untuk rekening Seabank. Walaupun tadinya ekspektasi saya ada kartu ATM (bahkan seperti Line Bank menawarkan kartu ATM dengan desain menarik), tapi toh dipikir-pikir saya tidak butuh juga kartu ATMnya, masih bisa ditarik melalui transfer ke rekening lain dulu.

Konfirmasi Kartu ATM ke Customer Service Seabank

Mungkin ini lah konsep bank digital yang seutuhnya, tidak ada melibatkan benda fisik dalam keseluruhan prosesnya. Kalau Jenius misalnya hanya menghilangkan buku tabungan tapi masih ada kartu ATM, di Seabank kartu ATM pun tidak ada, mendorong penggunaan cashless.

Seabank pun sepertinya menyadari dan mengakui bahwa nasabah menggunakan Seabank bukan sebagai akun rekening utama, namun hanya pendamping dari rekening lainnya. Positioning Seabank ini seperti hanya untuk mendukung ekosistem cashless melalui marketplace Shopee dan e-wallet ShopeePay saja, setidaknya untuk saat ini. Jadi terasa bank digital yang sepenuhnya digital, tidak ada kartu ATM fisik, semua transaksi dilakukan melalui aplikasi Seabank.

Bagikan tulisan ini:

mozuqi

Mohammad Zulkifli Falaqi. Biasa dipanggil Zul. Saat ini sedang mencari sesuap nasi di ibukota sebagai buruh yang ngurusin organisasi dan SDM di perusahaan yang bergerak di bidang energi. Menulis apa saja yang terlintas di pikiran.

You may also like...

Leave a Reply