Kelewat Exit Tol, Muter 100 KM

Share

Hari minggu kemarin, saya pergi ke Bandung dari Jakarta dan mampir ke rumah kakak di Purwakarta. Untuk ke rumah kakak tersebut, saya bisa keluar di GT Sadang atau GT Jatiluhur. Saya baru teringat untuk segera keluar ketika melihat petunjuk arah exit GT Jatilihur, sekitar 1 km sebelum belokan ke exit GT Jatiluhur. Sebenarnya saat itu masih bisa exit, tapi karena sedang di lajur kanan, saya malas pindah lajur untuk ke GT Jatiluhur. Di Pikiran saya, “oh tenang, masih ada GT Sadang…..”.

Saya pindah ke lajur kiri dan sedikit menurunkan kecepatan. Beberapa saat kemudian, saya kok jadi ragu apakah GT Sadang masih jauh atau sudah kelewat. Saya minta istri saya untuk cek maps, dan ternyata memang GT Sadang sudah terlewat. Lebih tepatnya posisi GT Sadang itu kalau dari arah Jakarta ke Bandung ada sebelum GT Jatiluhur. Duh, saya langsung nyesek, nyesel kenapa pas ngelirik petunjuk Exit GT Jatiluhur ngga langsung persiapan belok.

Ada yang lebih nyesek lagi, ternyata exit terdekat setelah GT Jatiluhur adalah GT Padalarang Timur yang jaraknya sekitar 40 KM, atau kurang lebih butuh waktu 30-50 menit. Saya perlu keluar exit terdekat dan putar balik masuk lagi ke arah Jakarta. Kurang lebih total butuh 2 jam dengan total jarak 92 KM, dan ditambah muter-muter, isi bensin, beli makanan di Padalarang mungkin sekitar 100 KM lah untuk bisa ke Exit Sadang.

Saya hampir tidak percaya, apakah memang sejauh itu jarak dari Exit Jatiluhur sampai dengan Exit selanjutnya? tidak ada Exit lain sebelum Padalarang Timur? Ternyata memang tidak ada… Tapi kalau arah sebaliknya, dari Bandung arah ke Jakarta, setelah GT Padalang TImur ada exit GT Cikamung sebelum GT Jatiluhur.

Kurang lebih ilustrasinya adalah sebagai berikut:

Arah Bandung, GT terdekat setelah GT Jatiluhur berjarak 43 KM (Padalarang).

Pelajarannya adalah, walaupun secara umum rute sudah hapal, tapi jika perjalanan jauh atauh melalui tol, harus selalu pakai maps dan disesuaikan dengan tujuan kita. Karena kalau melalui tol, kita tidak bisa berhenti atau putar balik seenaknya. Dan jika perjalanan relatif panjang, stamina pun berkurang dan ada kalanya konsentrasi menurun sehingga pikiran bisa skip pada saat-saat krusial, walaupun hanya sebentar.

Konsekuensi dari kelewat exit tol kemarin saya adalah saya harus memutar menambah perjalanan sebanyak sekitar 100 KM dengan tambahan waktu sekitar 2 jam, tambahan bahan bakar kurang lebih 10 L (asumsi 1:10) dan tambahan membayar tol Rp. 72.000,- (Tarif Dawuan ke Padalarang Timur + Tarif Padalarang Timur ke Sadang).

Bagikan tulisan ini:

mozuqi

Mohammad Zulkifli Falaqi. Biasa dipanggil Zul. Saat ini sedang mencari sesuap nasi di ibukota sebagai buruh yang ngurusin organisasi dan SDM di perusahaan yang bergerak di bidang energi. Menulis apa saja yang terlintas di pikiran.

You may also like...

Leave a Reply