Alasan Harus Disiplin Walau Sudah Divaksin

Share

Saat ini, status pemberian vaksinasi covid di Indonesia baru mencapai sekitar 5,66% untuk dosis 1 dan baru 3,29% untuk dosis 2. Atau sekitar 11,8 juta untuk dosis 1 dan 6,8 juta untuk dosis 2 (sumber: https://vaksin.kemkes.go.id/). Selain mungkin masalah kapasitas pemberian vaksin, laju pemberian vaksin yang belum terlalu cepat juga karena masih adanya penolakan dari sebagian masyarakat terhadap vaksinasi ini sendiri.

Salah satu argumen penolakan terhadap vaksin ini adalah bahwa percuma saja vaksin karena setelah vaksin pun masih harus menjalankan protokol kesehatan, terutama pembatasan kegiatan dengan menjauhi kerumunan/jaga jarak dan mengenakan masker. Selain itu, ada juga kasus di mana ada orang yang sudah divaksin lengkap tapi masih terkena covid, bahkan ada yang sampai bergejala berat hingga fatal. Selain alasan itu, tentunya masih banyak juga argumen lain terkait penolakan vaksin ini, tapi minimal ini lah alasan yang sering saya temui di sekitar saya.

Sebenarnya untuk argumen itu sangat bisa dijawab dengan mudah dan logis. Konsep vaksin sendiri adalah meningkatkan kekebalan tubuh untuk melindungi diri sendiri dari penyakit atau virus tertentu. Vaksin tidak menghindarkan kita dari terkena penyakit atau virus, tapi menghindarkan dari risiko yang lebih parah ketika terkena virus tersebut.

Covid ini menjadi sangat mengkhawatirkan karena kemampuan menularnya. Jika kita sudah divaksin dan terpapar virus, mungkin bisa saja kita tidak merasakan gejala atau gejalanya hanya gejala ringan karena daya tahan tubuh kita sudah bagus. Tapi tentunya virus itu tetap ada, dan berisiko menularkan ke orang lain apabila kita tidak mengenakan masker atau jaga jarak. Skenario paling buruknya kita bisa menularkan ke orang yang belum divaksin atau punya penyakit penyerta sehingga bisa bergejala parah hingga fatal bila terpapar virus.

Seperti halnya helm untuk sepeda motor yang tidak menghindarkan pengendara dari kecelakaan, tetapi meminimalisir risiko apabila terjadi kecelakaan. Apabila terjadi kecelakaan, tentu akibat apabila tidak mengenakan helm akan lebih parah daripada mengenakan helm. Walaupun jika pakai helm tentunya tidak akan zero-impact juga, minimal mungkin masih pusing atau ada sedikit luka/memar bahkan tetap bisa mengakibatkan kematian, tergantung seberapa parah kecelakaan tersebut dan kondisi awal fisik si pengendara tersebut.

Walau sudah pakai helm, tentunya kita tetap harus mematuhi aturan lalu lintas kan?

Bagikan tulisan ini:

mozuqi

Mohammad Zulkifli Falaqi. Biasa dipanggil Zul. Saat ini sedang mencari sesuap nasi di ibukota sebagai buruh yang ngurusin organisasi dan SDM di perusahaan yang bergerak di bidang energi. Menulis apa saja yang terlintas di pikiran.

You may also like...

Leave a Reply